Jenis-Jenis Pola Forex Yang Populer Digunakan Untuk Trading

Posted on

Jika Kamuadlaah  seorang trader forex berpengalaman, maka Kamu tahu tentang pola forex atau pola chart trading. Namun, jika Kamu seorang trader pemula , maka Kamu mungkin menemukan pola grafik forex tempak aneh dan rumit. Tapi mungkin dengan adanya posting ini, Kamu akan siap untuk menyadari bagaimana pola forex tersebut digunakan dan kamu bisa mengetahui tentang manfaat dan peran pola chart tersebut didalam trading.

Dengan metode trading mata uang yang berbeda, memilih strategi trading yang tepat dapat menghemat waktu, modal, dan tenaga. Dengan mengadaptasi metode tradng forex yang populer dan mudah, trader bisa membuat trading plan yang komprehensif melalui pola forex yang sering dimainkan. Dan dapat dikenali dengan mudah dengan beberapa latihan yang konsisten.

10 pola forex teratas yang paling umum digunakan di trading forex membantu trader dalam mengidentifikasi tren, perubahan, dan pola yang dihasilkan dari variasi harga pasangan mata uang. Karena pola chart di forex memiliki kemampuan untuk membantu Kamu memasuki perdagangan di titik rendah dan keluar di titik tinggi.

Jenis-Jenis Pola Forex Yang Populer Digunakan Untuk Trading

Pola chart forex umumnya digunakan dalam trading menggunakan candlesticks, sehingga membuat pola chart menjadi lebih mudah untuk mengamati pembukaan dan penutupan pasar forex sebelumnya.

Baca Juga:  Rekomendasi Akun Forex Terpercaya Dari Broker Forex Terdaftar di Bappebti

Berikut ini ada beberapa jenis pola forex yang populer dan paling sering digunakan untuk trading forex :

Pola Head and Shoulders (H&S)

Ini merupakan salah satu dari pola forex yang paling umum digunakan di trading forex. Pola grafik ini memiliki puncak yang besar dan puncak yang sedikit lebih rendah pada satu atau sisi lainnya. Trader sering menggunakan pola H&S untuk memprediksi pembalikan arah bullish atau bearish.

Pola grafik ini sering digunakan untuk trading karena menyediakan poin kapan untuk masuk, stop, dan take profit. Pola ini memprediksi perubahan harga ke bawah, sedangkan pola sebaliknya menandakan perubahan ke atas.

Biasanya, titik pertama dan ketiga akan lebih pendek dari yang kedua. Tapi mereka semua akan jatuh kembali ke level support yang sama kecuali disebut neckline. Ketika titik ketiga jatuh kembali ke support, kemungkinan akan terjadi pullback.

Pola Double top

Ini merupakan satu lagi pola forex yang sering digunakan trader untuk menunjukkan pola tren naik sudah mengalami pelemahan. Secara umum, biaya untuk menahan suatu harga pasar telah mengalami puncaknya, sebelum kembali ke support. Kemudian akan naik lagi sebelum kembali ke tren turun.

 

Pola ini sangat mirip dengan pola grafik H&S dengan 2 puncak yang menunjukkan bahwa minat pembeli telah berkurang dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga akan downtrend.

Baca Juga:  Ulasan Lengkap Tentang Forex Broker Pro atau FXPro

Pola Double Bottom

Pola grafik forex ini bisanya terjadi saat pergerakan harga sedang mengalami downtrend, yang menyebabkan harga aset jatuh di bawah level support. Kemudian akan berkembang ke tingkat resistensi, sebelum jatuh lagi. Pada akhirnya, tren akan berubah dan mulai naik karena pasar sudah terlalu bullish.

Double bottom adalah pola retracement bullish karena menyiratkan akhir dari downtrend dan pergerakan akan berangsung-angsur menuju ke uptren.

Pola Rounded Bottom

Pola forex ini bisa menyiratkan koreksi atau pembalikan arah. Seharusnya, sepanjang uptren, harga pasar bisa turun lebih awal untuk bisa naik lagi. Ini akan terlihat seperti koreksi bullish.

Contoh dari basis Rounded Bottom adalah jika harga pasar sedang berada dalam tren turun dan basis pembulatan yang terbentuk dalam downtrend dan berubah memasuki uptren.

Trader bisa mencoba untuk memahami pola ini dengan cara membeli di dekat lengkungan, dengan harga tetap, dan menunggu pemantulan saat terjadi di atas resistensi.

Pola Cup and Handle

Pola chart forex ini adalah pola yang akan menandakan trend naik. Biasa dikonfirmasi dengan penurunan harga terlebih dahulu sebelum akhirnya tren tetap dalam keadaan uptren. Bentuk pola cangkir tampak mirip pola Rounded Bottom tetapi juga, memiliki pola yang membentuk pegangan/handle menyerupai pola wedge.

Baca Juga:  Forex Opening – Jam Buka Pasar Forex Dunia

Pola Wedge

Pola Wedge terjadi ketika harga aset terkoreksi dalam 2 garis tren yang berbeda. Ada dua set wedge seperti naik atau turun.

Sebuah rising wedge atau wedge naik biasanya diwakili oleh garis tren bolak-balik dalam dua bentuk divergensi ke atas, resistens dan support.

Pada kondisi ini, garis support lebih tegak lurus dari pada garis resistance. Pola grafik ini biasanya menunjukkan bahwa harga holding stock pada akhirnya akan turun untuk periode yang lebih lama dan ini kemudian akan muncul ketika berhenti bekerja melalui support.

Falling Wedge terjadi dalam dua tingkat miring ke bawah. Dalam kondisi ini, garis resistance melintasi level support. Sebuah falling wedge sering menunjukkan bahwa harga holding akan naik dan menembus resistensi.

Selain pola forex yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa pola forex yang populer dan sering digunakan dalam trading forex. Tetapi mungkin akan kami bahas dipostingan selanjutnya tentang pola chart forex part kedua.