Cara Trading Dengan Support dan Resistance Yang Benar

Posted on

Resistance dan Support merupakan bagian penting dari sebuah grafik analisis teknis untuk trading. Dengan mengidentifikasi area resistance dan Support akan membantu investor dan trader membuat keputusan entri dengan benar. Jadi apa itu Support dan Resistance? Bagaimana cara trading dengan support dan resistance? Semua informasi tentang cara trading dengan Support dan Resistance akan dibagikan secara detail melalui artikel di bawah ini.

Apa itu Support dan Resistance?

Support dan Resistance adalah zona harga historis di mana harga berbalik naik atau turun dan kemungkinan perilaku ini akan berulang di masa akan datang. Support dan Resistance adalah saat ketika supply (sell side) dan demand (buy side) bertemu.

Level Support dan Resistance cukup penting bagi trader saat menentukan sentimen pasar dan kekuatan penawaran dan permintaan. Ketika level Support dan Resistance ditembus, harga akan bergerak ke arah yang baru. Dalam hal ini level Support dan Resistance baru kemungkinan besar akan terbentuk.

Apa itu Resistance?

Resistance adalah titik tertinggi yang dicapai garis harga saat pasar naik dan akan mengoreksi harga untuk turun lagi. Ketika harga mencapai titik resistance, sebagian besar investor akan melakukan order jual.

Apa itu Support?

Support adalah titik terendah yang dapat dibuat oleh garis harga saat harga turun dan kemudian harga akan naik lagi. Investor/trader bisa mengandalkan saat harga mencapai level support untuk memasuki order beli.

Baca Juga:  Cara Daftar Bantuan BLT UKM Senilai Rp 2,4 Juta

Jenis Support dan Resistance

Support dan Resistance dianggap sebagai tools pendukung analitis yang paling efektif bagi investor/trader. Dan berdasarkan cara kerjanya, pembentukan trend, investor membagi Support dan Resistance menjadi 7 kategori berbeda antara lain:

  • Mengikuti trend : Dibentuk saat menghubungkan 2 puncak terdekat dan 2 dasar bersama-sama.
  • Menurut Moving Average : Pada dasarnya , moving average juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren. Jadi kita juga bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi support dan resistance.
  • Menurut level Fibonacci retracement: Berdasarkan % angka dari urutan Fibonacci 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8% dan 100%, kami juga memiliki level support dan resistance yang sesuai.
  • Menurut rentang perdagangan (trading range): Harga akan membentuk bagian atas berikut dengan tinggi sebelumnya, bagian bawah berikutnya dengan bagian bawah sebelumnya. Kita dapat menggambar 2 garis paralel untuk membentuk garis support dan resistance
  • Gap Follow ( GAP ): Setelah harga berubah karena Gap, itu akan pulih ke tengah gap dan kemudian bergegas mengikuti Berdasarkan itu kamu juga akan menemukan level support dan resistance.
  • Pada Harga Bulat: Harga dibulatkan seperti 2000 atau 3000 atau 1500.
  • Gabungan time frame besar dan kecil: Pada time frame yang lebih pendek, kamu bisa melihat level support dan resistance pada kerangka waktu yang lebih tinggi, dan juga melihatnya level pada time frame yang lebih kecil.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Support dan Resistance Yang Benar?

Support dan resistance adalah zona harga, sehingga investor perlu memahami sifatnya untuk bisa membuat pilihan yang tepat. Khusus untuk cara mengidentifikasi Support dan Resistance yang benar dapat kita lakukan sebagai berikut :

Baca Juga:  Cara Daftar Octa Forex Dengan Mudah Untuk Trader Pemula

Support dan resistance adalah zona harga

Dengan acuan zona harga, kamu perlu mengandalkan candlestick untuk menemukan area support dan resistance. Dengan demikian, jika kita melihat bahwa area atas atau bawah memiliki banyak ekor pada candle, kita dapat mengambil kisaran harga antara harga tertinggi atau terendah dan harga penutupan terdekat.

Gunakan diagram garis untuk menggambar

Selain menggunakan grafik candlestick, kita akan beralih ke grafik garis untuk mengidentifikasi area support dan resistance. Dengan cara ini kamu dapat dengan mudah melihat bagian atas dan bawah. Dari sana, mudah untuk mengidentifikasi area support dan resistance. Untuk memahami lebih baik, Kamu dapat merujuk pada contoh gambar Support dan Resistance dalam diagram gratis.

Bagaimana Cara Trading Dengan Support dan Resistance?

Ada 2 metode cara trading dengan Support dan Resistance yang digunakan oleh banyak trader: trading saat bouncing dan trading saat breakout, caranya adalah sebagai berikut:

Trading saat harga memantul kembali

Metode perdagangan ini akan didasarkan pada harga yang memantul kembali setelah mencapai garis support atau resistance. Artinya kita akan menunggu harga memantul kembali setelah menyentuh area support atau resistance sebelum melanjutkan untuk melakukan order. Hal ini akan menghindari risiko jika harga akan menembus area support dan resistance.

Baca Juga:  Tips Memilih Broker Forex Trading Terpercaya

Trading saat harga tembus

Faktanya, level support dan resistance tidak bertahan selamanya, area ini juga sering ditembus. Ketika harga menembus support dan resistance, kita bisa melakukan trading dengan dua cara: cara agresif dan cara konservatif.

  • Cara agresif: Trader akan memasuki order beli atau jual saat harga jelas menembus area support atau resistance (harga melintasi area ini dengan sangat kuat)
  • Cara konservatif: Daripada memasukkan order segera setelah harga menembus area support atau resistance, Kamu harus menunggu retrace ke area support atau resistance yang ditembus untuk memasuki order saat harga memantul kembali.

 

Di atas adalah semua informasi tentang support dan resistance dan cara trading dengan Support dan Resistance yang bisa membuat kamu mendapatkan jawaban atas pertanyaan cara menggunakan support dan resistance.

Support dan resistance memainkan peran penting dalam analisis dan evaluasi pasar. Semoga konten-konten seperti ini bisa membantu para investor untuk menggunakan dan memperoleh keuntungan dengan baik dari penerapan support dan resistance saat melakukan trading.